Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan & Kawasan Pemukiman (LHPKP) terus mengoptimalkan fungsi Kebun Raya Jagatnatha tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau dan area rekreasi, tetapi juga sebagai fasilitas riset tingkat nasional. Pada bulan Mei 2026, kawasan konservasi kebanggaan masyarakat Jembrana ini kembali mendapat kepercayaan untuk memfasilitasi kegiatan penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kunjungan yang diinisiasi oleh Pusat Riset Sistem Biota BRIN ini menjadi momentum penting dalam mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) secara optimal di daerah.
Berdasarkan surat permohonan resmi, tim peneliti BRIN yang diketuai oleh Sutomo, Ph.D., dijadwalkan melaksanakan riset strategis dengan judul "Mainstreaming dan Optimasi Pengungkapan Pengetahuan Lokal ‘Lontar Usada’ Bali untuk Konservasinya". Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji secara mendalam dan mengintegrasikan kearifan lokal Bali, khususnya sistem pengobatan tradisional warisan leluhur yang tertuang dalam naskah kuno Lontar Usada, dengan upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Studi ini diharapkan mampu mengungkap dan memvalidasi potensi koleksi tumbuhan berkhasiat obat yang tumbuh di kawasan Kebun Raya Jagatnatha secara ilmiah.
Dinas LHPKP Kabupaten Jembrana menyambut antusias dan berkomitmen memberikan dukungan penuh kelancaran operasional selama proses penelitian berlangsung. Kolaborasi dengan lembaga riset nasional sekelas BRIN ini sejalan dengan visi pelestarian lingkungan daerah. Hasil dan rekomendasi dari riset ini ke depannya diproyeksikan dapat memperkaya pangkalan data botani, memperkuat kualitas edukasi bagi para pengunjung, serta menjadi landasan bagi pelindungan sumber daya genetik dan biokultural lokal Bali agar kelestariannya tetap terjaga.